Refleksi + Perjuangan
Menoleh ke Belakang Melihat Masa Perjuangan
Oleh Khamim Hidayat | 07.06.2021
4 menit baca Β· Diperbarui 20 Okt 2021

Foto ini diambil di Sragen, Jawa Tengah pada tanggal 1 Januari 2019. Momen ini merupakan hari-hari terakhir mengikuti Pelatihan Daerah selama 3 bulan. Saat itu kami masih berstatus sebagai Calon Peserta Praktik Kerja IM JAPAN. Kenapa di sebut Calon? karena kami masih akan di saring kembali apakah layak mengikuti program Praktik Kerja Jepang atau tidak di Pelatihan Pusat Lembang, Bandung.
Postingan blog ini akan membahas hal terkait beberapa kawan yang memutuskan untuk pulang ke Indonesia sebelum selesai Kontrak Praktik Kerja. Tulisan ini tidak bermaksud untuk men-judge keputusan yang mereka. Mengambil keputusan untuk Pulang Kampung sebelum Kontrak Praktik Kerja habis bukanlah perkara yang mudah. ini serius!
Be realize, dan mari kita jujur.
Kenyataannya bahwa berada di kampung halaman bersama keluarga, sahabat dan orang-orang yang kita kenal adalah hal yang paling menyenangkan. Banyak yang bilang Kesenangan/Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang.
Namun tidak bisa ditepis kenyataan pula bahwa pada akhirnya banyak dari kita yang merasa bersyukur dan beruntung karena berada di Luar Negeri/Perantauan, telah membuat kita menjadi orang yang lebih kuat dan lebih mandiri.
Jika di tanya apakah kamu merasa beruntung bisa bekerja di Jepang? tentu jawabannya adalah "iya" ! Sebagian besar pasti akan mengatakan hal yang sama, namun beberapa saya yakin ada yang menjawab sebaliknya. Setiap jawaban tergantung dari pengalaman masing-masing Peserta Magang dan jawabanku tidak mewakilkan jawaban mereka.
Keputusan untuk bekerja ke Luar Negeri pasti telah di pertimbangkan dengan matang!
Aku ingat perkataan Sensei/Guru Bahasa Jepang Kami saat mengikuti pelatihan Daerah dan Pusat. kira-kira seperti inilah perkataanya "Saya tidak perduli siapa kalian! Jika ada diantara kalian adalah orang kaya atau berhasil, anda tidak akan mengikuti program ini.!" kata-kata ini sangat lugas dan terasa "NYER!" di dadaku.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Sensei dengan Murid tentang alasan mengapa kami mengikuti program ini. Beberapa jawaban diantaranya adalah ada dari kami yang tidak lulus seleksi perekrutan tentara/polisi, ada yang karena tidak bisa menyelesaikan Kuliahnya, ada yang karena bingung mau kerja apa, ingin gaji yang lebih besar, Ingin memakmurkan keluarga, dll. Ini hanya beberapa alasan dari ribuan orang yang mengikuti program pada saat itu. Tentu saja orang sebanyak itu seharusnya memiliki alasan yang banyak pula. Aku sendiri memiliki alasan khusus mengapa mengikuti program ini. Aku memiliki impian besar, besarnya segede Gunung ! (lebay banget). Untuk mencapai impian yang besar diperlukan usaha yang besar khan..-.

Foto Satu Kelas bersama Wali Kelas/Guru/Sensei ( paling tengah-memakai batik) dan Murid. Aku pas berada di tengah di depan Guruπ
Mengapa Peserta Praktik Kerja ada yang memutuskan untuk Pulang/Mengundurkan diri sebelum kontrak kerja berakhir dan Mengapa yang lainnya memutuskan untuk stay?
Sebelum aku mencoba menjawab, ijinkan aku bercerita pengalamanku pribadi.
Berada di Negeri yang sangat berbeda saat pertama kali, sendiri, dengan jiwa yang masih polos tak mengerti apa-apa! Yang aku sadari hanya Yes!! akhirnya pengorbanan itu telah terbayarkan ! aku sampai ! (Japan! here I come! seakan berteriak dengan hati yang menggebu karena bahagia) di sinilah kehidupan baruku akan dimulai.
Bertemu dengan Orang-orang baru, Bahasa yang Baru, Budaya yang baru, Peraturan yang baru.( serba baru yang enak cuma ada saat menjelang idul fitri yeah ). Hampir berbulan-bulan lamanya perasaan streess, takut, merasa horror hampir setiap hari aku rasakan. Saat berjalan menuju tempat kerja, saat berjalan sendiri, pikiranku kadang melayang, sambil ngebatin (berkata dalam hati) sedang Dimana Aku? (kaya orang linglung, setengah sadar, horror khanπ΅) ini nggak boleh lo, itu nggak boleh lo, salah, marah, salah, marah (dimarah-marahi maksutnya) (karena nggak tahu bahasa , nggak paham sama perintah mereka).
"Aku nggak tahu, please jangan perlakukan aku seperti ini!". π£
Ini terjadi di bulan-bulan pertama saat aku masih newbee di Jepang.
Dengan berjalannya waktu kami belajar, dan bahasa yang baru ini mulai terbiasa dan bisa dipahami. Semua tampak berjalan begitu saja tapi tidak semudah itu. Banyak sekali jenis pekerjaan yang tersedia bagi Perserta Praktik Kerja, dari yang paling mudah sampai yang paling berat. Paling berat disini maksutnya bukan mengangkat beban-beban berat (walaupun sebagian besar memang begitu), tapi pekerjaanya yang susah dan harus berfikir!. Jika kita tidak berfikir bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan yang akan merugikan orang lain bahkan diri kita sendiri. Selain itu orang-orang Jepang yang bekerja di sektor ini terkenal keras.
Dengan ilustrasi sedikit itu tersampaikan maksutku nggak ya ?
Karena perasaan yang seperti itu tidak hanya sesekali tapi sering Peserta Praktek Kerja merasa "ingin pulang", merasa tidak betah, (Oweslah, Aku Lelah π©), bahkan berfikiran untuk kabur dari program ini. Namun kabur bisa berakibat serius pada situasi mental! (aku sangat menghindari keputusan ini).
Saat pikiran terasa terbebani oleh hal-hal yang tidak menyenangkan, sedih atau merasa terjerat dalam situasi sulit memang pada akhirnya yang terbesit dalam pikiran adalah Bali Wae po Yo? ( Pulang saja kali ya). Tapi jika menoleh kebelakang, mengingat masa-masa sulit dan perjuangan saat itu, kemudian menyadari bahwa tujuanku masih belum sepenuhnya berhasil, aku rasa "Sabar" menjadi kata yang menguatkan.
Setiap manusia memiliki tujuan dan goal yang berbeda-beda. Dititik mana tujuan dan goal itu dianggap selesai tidak ada standarnya. Tujuan dan Goal yang terasa selesai kadang di rasakan saat setelah suatu keputusan itu di ambil.
Keputusan yang telah diambil beberapa kawan-kawan kami adalah bukan perkara mudah, dan pasti sudah pikirkan dengan mantap. Aku merasa takjub dengan keputusan mereka itu. Mereka berani mengambil keputusan dan berani memulai lebih dulu "Start" yang akan dihadapi kemudian.
"Be strong and move on, It's time to be happy again". (Jadilah Kuat dan Maju, Saatnya untuk bahagia lagi)
Thank you for reading.
γ©γγγγγγ¨γγγγγΎγγβ
