My Blog

"Saya menulis untuk membuka jalan dan kesempatan baru bagi teman-teman yang ingin bekerja di Jepang, agar setiap prosesnya terasa lebih mudah, jelas, dan penuh rasa tenang."

Hidup + Budaya

Kehidupan di Negara Jepang

Oleh Khamim Hidayat | 14.08.2021

4 menit baca · Diperbarui 20 Okt 2021

Pemandangan Jepang
source : Japan state.gov

Apa yang akan aku bahas adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Apa yang aku tuliskan juga terbatas pada pengetahuanku saja, jadi apabila ada dari kalian yang hidup lebih lama di Jepang, lebih berpendidikan atau lebih pintar tidaklah fair untuk menjudge apa yang aku tuliskan ini. (^^)

Selama 24 tahun hidup di Desa, dan here I am in Japan. Saya terlahir dari keluarga petani di Wonosobo, Jawa Tengah. Tidak kaya dan tidak miskin, semuanya serba tercukupi alhamdulillah. Wonosobo merupakan kota kecil dan tak seberapa, kota tetangga yang ukurannya dan ekonominya lebih besar seperti Semarang atau Jogja tentu pernah aku kunjungi, semua tampak tak begitu berbeda.

Hanya saja berbeda dengan Jakarta. 3 bulan lamanya aku berkesempatan bekerja membantu kerabat disana, dan Waw! Amazing menurutku. Dari lingkungan “paling worst” hingga “paling clean” sudah aku saksikan, aku juga berkesempatan melihat life style ala orang-orang kaya yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Tak lupa, tentang gedung-gedung tinggi pencakar langit, mereka selalu membuatku terkagum saat melihatnya.

Saat pertama kali datang ke Jepang semuanya tampak luar biasa menarik, dimana-mana bersih dan serba berbangunan gedung. Tahun pertama yang saya rasakan adalah every chance is like an adventure, petualang mengeksplore apa saja hal-hal yang bisa saya ketahui di negara ini, dan apa-apa yang bisa aku pelajari membuatku ingin menciptakan kenangan indah yang bisa menjadi hadiah cerita untuk calon generasiku nanti. Sorry agak lebay,he.

Belum lama saya tinggal di Jepang, saat ini sudah terhitung 2 tahun, dan kira-kira seperti inilah kehidup di Jepang.

1. Musim

Musim di Jepang

Jepang memiliki 4 musim. Musim gugur dan musim semi adalah waktu yang paling pas untuk bersantai merasakan keindahan alam yang tidak biasa di lihat di Indonesia. Saat musim gugur daun-daun pepohonan akan berubah warna menjadi kuning atau kemerah-merahan kemudian berguguran. Ketika musim semi berbagai jenis bunga-bunga akan bermekaran, dan daun-daun pohon yang berguguran mulai tumbuh/bersemi lagi. Sedangkan musim dingin dan musim panas adalah waktu yang sangat ekstrem. Saat musim panas udara di jepang sangatlah panas, namun di musim ini kalian biasanya akan mengingat suasana kampung halaman di Indonesia, karena di Indonesia kan seringnya panas ya,hehe. Sedangkan saat musim dingin kalian akan merasakan dinginnya sampai masuk ke tulang, (saking dinginnya). Ini adalah kesempatan kalian menikmati sensasi berada di bawah hujan salju ala film-film amerika atau korea. Tapi percaya atau tidak bahwa orang di negara ini menganggap salju turun adalah hal yang sangat merepotkan dan membahayakan karena jalan menjadi licin. Ini membuat warganya perlu berfikir 2 kali jika ingin berpergian menggunakan kendaraan pribadi. Kecelakaan lalu lintas meningkat di musim ini.

2. Minimarket

Konbini, minimarket di Jepang

Orang Jepang menyebut minimarketnya KONBINI, ini adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yaitu Convenience Store. "nggak tahu nyambungnya dimana ya, hehe." Konten didalamnya tidak jauh berbeda dengan minimarket di Indonesia, hanya saja setiap Minimarket di Jepang selalu memiliki lahan parkir yang lebih luas. ( karena kebanyakan orang Jepang adalah pengendara mobil kali ya). Kalau kebelet pipis kalian bisa pakai toilet di konbini dan gratis lo. Sangat berbeda dengan di Indonesia kalau tiba-tiba di perjalanan ingin ke toilet mampirnya ke pom bensin, dan biasanya perlu bayar ya.(-_-).

3. Makanan

Makanan Jepang

Jauh berbeda dengan makanan di Indonesia baik rasa dan bumbunya. Jika di Indonesia makanan identik berasa asin, makanan di Jepang identik dengan rasa manis. Makanan di Indonesia mengandung banyak jenis bumbu atau rempah-rempah sedangkan di Jepang bumbu sepertinya lebih sederhana. Meskipun saya tidak begitu yakin dengan hal ini, jika kalian makan-makanan jepang kalian akan lebih merasakan rasa aslinya dari pada rasa bumbunya. Pertama kali makan-makanan Jepang, saya ingin muntah, rasanya nggak biasa dan tak bisa langsung di terima oleh mulut. Makanan di Jepang terasa lebih hambar. Mengenai rasa makanan Indonesia juaranya, namun kalau tentang kesehatan, makanan Jepang sangatlah menyehatkan dan bersih. Salah satu faktor penyebab orang jepang bisa hidup lebih lama adalah karena makanannya.

4. Tempat tinggal

Tempat tinggal di Jepang

Jika kalian datang ke Jepang adalah untuk magang atau bekerja, kalian pasti membutuhkan tempat tinggal. Kebanyakan kontrakan/kos-kosan/asrama di Jepang pasti di lengkapi dengan perabotan seperti AC, Mesin Cuci, Magic Com (penanak nasi) Microwave (penghangat makanan), dan Water Heater (pemanas air). Ini adalah perabotan yang pasti selalu ada di jepang. AC kebanyakan sudah bisa di setting supaya bisa mensejukkan ruangan (saat musim panas) dan menghangatkan ruangan (saat musim dingin). Jika kalian ingin mandi air hangat karena kedinginan kalian bisa mensetting kran supaya airnya menjadi hangat. Dan yang tidak kalah keren adalah air kran di Jepang adalah air minum. Kalian tak perlu repot-repot masak air untuk minum. Tinggal nyalakan kran dan minumlah tanpa takut sakit perut. Di jepang semua serba praktis.

5. Transportasi umum

Transportasi umum di Jepang

Di Jepang kamu mungkin nggak akan menemukan Ojek, tapi percayalah jika kamu ingin berpergian ke tempat lain maka kamu akan menemukan bahwa transportasi umum di Jepang sangatlah luar biasa keren. Sistemnya sangat mudah di akses, ada dimana-mana dan tepat waktu. Kalian bisa dengan mudah berpergian kemanapun dengan transportasi umum di jepang. Jika tidak dengan bus kamu bisa pergi dengan kereta dan sebaliknya. Selama saya tinggal di Jepang, jika ingin pergi untuk jalan-jalan dan berwisata, saya tak pernah mengeluh karena tidak punya motor atau mobil sendiri karena kemanapun hampir bisa di jangkau dengan transportasi umum.

6. Prasangka terhadap orang asing

Ini lebih kepada pengalaman pribadi masing-masing orang, tergantung waktu dan tempat dimana kita berada. Banyak berita atau kasus terjadi di Jepang yang disebabkan olah orang-orang pendatang, alhasil kejadian ini menghasilkan image negatif terhadap keberadaan orang asing di Jepang. Saya sendiri pernah merasa insecure saat keluar rumah karena maraknya berita-berita negatif yang terjadi di sebabkan orang asing dari negara Vietnam. Ketika maraknya masa pandemi covid 19, Orang-orang dari negara Vietnam tidak di ijinkan pulang ke negaranya oleh pemerintahnya. Akibatnya mereka harus stay di Jepang sampai waktu tertentu tanpa pekerjaan. Selama itu benar-benar terus bermunculan macam-macam kasus yang terjadi yang kebanyakan adalah pencurian. Beberapa orang asing di konfirmasi memang mendapat perlakuan tidak baik dari lingkungan sekitar, namun saya pribadi belum pernah mengalami hal-hal negatif selama hidup di Jepang.

Demikianlah mengenai kehidupan di Jepang yang bisa saya share, semoga menambah wawasan kalian.

Terima kasih telah membaca.

Arigatou Gozaimashita!